Tuesday, December 14, 2010

Investigasi Mata Satu


~PENDAHULUAN~






Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah Nasib yang pada diri mereka ” (QS 13:11)


Bab 1: Investigasi Mata Satu













Buku Ini Menyelidiki kedatangan Dajjal,Imam Mahdi,Dan Kemunculan Kembali Nabi Isa (A.S). Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad (saw) Dikatakan,





''Aku memperingatkan kalian untuk melawannya (Dajjal) dan tidak ada Nabi yang Memperingatkan Umatnya Untuk Melawan. Tapi Aku akan Mengatakan Sesuatu Yang Belum Pernah Diungkapkan Oleh Nabi Sebelumku.Kalian harus tahu Bahwa Ia Bermata Satu. Dan Allah Tidak Bermata Satu'' (Shaihih Sallahu Alaihi Wassalam).''




Hampir semua kebudayaan sudah meramalkan kedatangan Dajjal.Umat Kristiani Menyebutnya ''Anti-Christ''. Meskipun sebagian besar orang takut dengan Hal Itu,tapi tidak sedikit pula yang sudah mempersiapkan Diri Selama Ribuan Tahun Untuk Mengadakan Acara Penyambutan.

Sambil Menggelar Karpet Merah...




Atau lebih tepatnya, menggelar karpet catur (Chekered), Dan Rahasia ini akan kami jelaskan pada bab Berikutnya.Tapi Sebenarnya Apakah tanda-tanda Kemunculan Si Mahluk Bermata Satu Itu ?

''Simbol Mata Satu (All-Seeing Eye) (Dajal) Sudah ada sejak ribuan tahun lalu sepertinya contohnya Simbol RA yang terdapat dalam artefak'' Mesir Kuno.Sejak abad pertengahan,Mata satu kini terserap dalam simbol-simbol Freemasonry (Perkumpulan Rahasia) yang digunakan dalam ritual mereka,dan Bahkan Dapat Dijumpai Sekarang Ini ''Mata Uang Satu Dolar''






Jika kita memperhatikan Dengan Jeli gambar mata dolar itu,maka akan tampak mata satu yang berjudul ''Novus Ordo Seclorum'' yang pengertiannya akan dijelaskan pada Bab Selanjutnya.Jika Anda Jeli,Simbol Ini Disekitar Kita seperti Gambar Program Televisi Anak'' Nicklodeon.

Nicklodeon

Dajjal Merambah Ke Acara Televisi Anak'' yang terkenal Nicklodeon




''Gambar Mata Satu Ini merupakan satu simbol Hieroglyph (aksara Mesir Kuno) yang berarti Dewa Ra/ Ré yang berarti Dewa matahari.Ra merupakan Dewa Tertinggi dalam kebudayaan Mesir Kuno Karena supremasi kekuasaanya meliputi alam semesta. Firaun masa lalu menghiba diri mereka terhadap Ra/Ra-Horakty (tatkala Ra & Horus bersatu atau merupakan satu jiwa).





''Ilustrasi Ra dapat ditemukan dalam Kitab'' Sihir & Pagan pada masa itu,bahkan sekarang pun dapar terlihat jelas dalam penampakan Mata uang dolar AS,simbol keagamaan,dan bahjkan dalam perkumpulan Rahasia Seperti Freemasonry & Illuminati''.

Tanda-tandanya Tidak hanya terbatas dalam ilustrasi mata satu,Namun juga berupa bangunan Fisik yang dibangun untuk melayani agenda mata satu,Yaitu sebuah tatanan Dunia baru yang lebih dikenal ''NEW WORLD ORDER''.salah satunya adalah menara Babel.






Kisah Menara Babel melambangkan keangkuhan, kesombongan manusia, disebut-sebut dalam Kitab Kejadian, Kitab Suci Perjanjian Lama. Pembangunan menara ini diprakarsai oleh Nimrod, anak cucu Nabi Nuh di zaman Babilon kuno, jauh tahun sebelum zaman Nebuchadnezzar. Orang tua Nimrod adalah Cush, putra Ham.



ONE DOLLAR


Kalau Di Lihat Dengan Kaca akan Tetulis ''OUR DAJJAL''
Our bahasa Ibrani artinya ''tanah'' Jadi tanah DAjjal.






Bundaran HI,Indonesia


SAMA DENGAN,


Eye Of Osiris








EU Parlimant,Eropa


Gambar Dibawah Ini adalah Gedung Parlemen Uni Eropa. Uni Eropa dibangun dengan Azas atau kepentingan yang sama dengan menara babel,Yaitu melayani kepentingan dunia baru (New World Order) dengan Mempersatukan dunia eropa ke dalam satu tujuan dan simbol supremasi Eropa Terhadap Dunia.

Bangunan Piramida juga termasuk sebagai bangunan yang digunakan untuk melayani kepentingan sang Anti-Kristus Atau Dajjal. Seperti Piramida Mesir,Giza & Chinchen,Itza yang merupakan produk peradaban bangsa maya di amerika selatan.

Louvre Museum,France




Hard Rock Cafe,Kuwait

Kini,Bangunan itu ada dimana-mana untuk membuktikan Dajal berada disekitar kita.



Read more »

RAMALAN KEBANGKITAN DAJJAL YANG SUDAH DEKAT

RAMALAN KEBANGKITAN DAJJAL YANG SUDAH DEKAT







Inilah tentara Yang Akan Di Pimpin Oleh Imam Mahdi nanti..

~AR ROYA RASULULLAH~


Al-Quran dan Nabi Allah,Muhammad (saw),Mengarahkan Perhatian kita kepada kepada Aktor Lain yang sama kuatnya seperti Yaju'j & Maju'j. Siapakah dia Sebenarna ?,
Dia adalah Mesiah Palsu,Yaitu Dajjal Atau Anti-Kristus. Mengapa di Dikenal sebagai Mesiah Palsu? Tidak lain Dikarenakan misinya adalah Meniru mesiah Sejati Yaitu Putra Maryam,Nabi Isa (as) atau yang bagi orang kristiani Yesus Kristus,Ketika Allah mengutus Nabi Isa (as) Kepada Kita.
Allah Mengirimnya Sebagai Mesiah Sejati Untuk Menjalankan misinya memimpin Dunia Dari Yerusalem dan Israel Suci.








''Yaju'j & Maju'j (Gog & Magog) didalam Islam dikenal dengan Sebagai Yaju'j & Maju'j.Mereka adalah Manusia yang diturunkan dari Nabi Adam & Hawa,Sama seperti kita. Menurut keterangan hadis,Mereka berasal dari ras Turki-Mongolia,Memiliki ukuran mata kecil,hidung hampir rata,dan Wajah Lebar. Wajah Mereka digambarkan seperti llayaknya Perisai Besi yang digunakan Di medan Tempur.




Gog & Magog Di Lukisan Persia






Kemunculan mereka Pada akhir zaman adalah salah satu pertanda yang pernah disinggungung Al-Quran surat Al-Anbiya Ayat 99-97.
Hingga apabila dibukakan [Tembok] Yajuj & Majuj. dan mereka turun dengan cepat dari Seluruh tempat tinggi.dan telah dekatlah kedatangan Janji yang benar (Hari Berbangkit),maka tiba-tiba Terbelalaklah mata orang-orang kafir. [Mereka Berkata]: Aduhai!,Celakalah kami,sesungguhnya kami dalam kecelakaan tentang ini,Bahkan kami adalah orang-orang Zalim.




Dalam kisah Dzulkarnain,Allah menceritakan Kepada Kita.


(Saya Tidak Bisa tuliskan disini,karena Panjang)






Akhir Zaman. Dalam Hadis ini,Muhammad Rasulullah (saw) Berkata, ''... dan Allah akan Mengirim Yajuj & Majuj.Mereka berkeliaran dengan Ganas dari Setiap Bebukitan.Mereka akan Melewati Danau Tiberias (Di Palestina) dan akan meminum Yang terdapat didalamnya,Lalu yang terakhir dari mereka Berkata ''Seharusnya masih ada Air Lagi Disekitar Sini.'' Rasulullah Berkata ''Nabi Isa (as) dan pengikutnya akan Dikepung Sehingga Kepala Seekor Sapi Jauh Lebih Beharga Daripada Dinar yang Dimiliki Pada Hari Itu.
Nabi Isa (as) akan Memohon Kepada Allah,dan Allah Akan Mengirimkan Sejenis Ulat Pada Leher Mereka (Yajuj & Majuj),Dan Mereka akan Berjatuhan Seketika.Lalu Nabi Isa (as) dan Pengikutnya akan Turun Dari Tempat yang Dikepung''. (Diriwayatkan Oleh Muslim, 18/68).
Dan Dajjal semakin dekat dengan tujuan misinya.Pada masanya,Pembawa pesan Allah,Nabi Muhammad (saw),Telah mengatakan Pada Kita tentang Pelepasan Dajjal kedunia Bebas. Ketika Itu,Beliau (saw) Mengatakan Bahwa Setelah Dajjal Dilepaskan,Maka ia akan hidup diMuka Bumi selama 40 Hari. Satu hari sama dengan Satu tahun,Satu hari sama dengan Satu Bulan,Satu Hari Sama Dengan Satu Minggu,Dan Sisanya Seperti Hari-Hari Kita (Manusia.










Lengkapnya Video Dari Buku Ini: (PHASE 3)
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4866987








Rasulullah Saw Bersabda:


Ketika Masa Dajjal Dipersamakan satu hari dengan sama satu tahun,Maka Inggris akan Menjadi markas Besarnya,Dan Ketika Dajjal satu hari Sama Dengan satu Bulan,Maka Amerika Serikat Jadi Markas Besarnya.Akhirnya,Ketika Masa Dajjal Satu Hari Sama Dengan Satu Minggu,Ia Akan Pulang Kembali Ke Tanah Asalnya.Kepulangannya Kembali Itu Akan Menyampaikan Dajjal Untuk Menyelesaikan Tugas Pertamanya.








Mata Uang Baru





Satu hari sama dengan Satu tahun adalah Masa Ketika Inggris Berkuasa di Dunia, (Pada Jaman Dahulu),dan Poundsterling menjadi mata uang Internasional.Dan Ketika Dajjal Pindah kemasa satu hari satu Bulan Adalah Masa Ketika Amerika Serikat Dolarnya Menjadi Mata Uang Internasional.
Kini Amerika Sudah Mulai Perlahan-Lahan Lengser Dari Tampuk Kekuasaan Dunia,Dan Israel Akan Menggantikan Tempatnya,Sebagai Negara Yang Berkuasa (Super Power). Tetapi Bagaimana Dengan Jenis Mata Uangnya ?,Dolar Amerika Hancur,Kehancurannya menyeret semua mata uang dunia.Setelah Masa Kehancuran Dolar Itu,Maka Kita Tidak Akan Lagi Melihat Uang Jenis Kertas.
Lalu Mata Uang Baru Apa yang akan Mendominasi Dunia ?
Apakah MAta Uang Baru yang akan digunakan Israel Untuk Memperbudak Umat Manusia--Sebagaimana halnya yang Telah dilakukan Amerika serikat dengan Dolarnya ?, Jawabannya Adalah Israel akan menggunakan mata uang baru yang Kasat Mata,Yang Tidak Bisa Dilihat,Uang Itu Yang Tidak Bisa Diraba,Sehingga kalian Tidak Akan Dapat Menyentuhnya.Uang Itu Adalah Uang Elektronik.
Dan hal paling aneh dan Berbahaya Tentang Uang Elektronik adalah Bahwa uang tersebut Dikendalikan Oleh Sistem Perbankan Yang Mengusai seluruh dunia.Dan Orang Yahudi-lah yang mengendalikan Sistem Tersebut.Itu Bukanlah sekedar OMONG KOSONG.Bukan Pernyataan melantur.Tapi Sebuah Kenyataan.








Kapankah Akhir Rencana Dajjal ?




Sebelumnya Disampaikan Oleh Syeikh Imran Hussein Semasa Hidupnya.Menurut Islam,Satu Tahun Disurga Sama Dengan 1000 Tahun Di Dunia Manusia atau Waktu Berjalan Dimuka Bumi. Dan Dengan Demikian kita bisa memperkirakan bahwa Dajjal telah menguasai Dari Inggris Selama 1000 Tahun,Melalui Kerajaan Inggris yang Merupakan Monarki Inggris Sudah Berkuasa Sejak tahun 900 dan Menjadi Kekuatan Mendominasi Dunia. Kesimpulannya.






900+1000= 1900.
Hingga Tahun 1900 Inggris Memimpin Dunia.


Pada Tahun 1917,Amerika Secara Resmi Terlibat Dalam Perang Dunia,Dan Keterlibatan itu Menjadi Awal Lahirnya Sebuah Negara Adidaya.Sejak Lahir Peralihan Dajjal Dimulai Menjadi ''Satu Hari Sama Dengan Satu Bulan''.


Jika Satu tahun sama dengan 1000 Tahun,Maka satu Bulan Berarti 1000:12,
Yang berarti 83 Tahun. Tahun 1917 Ditambahkan Dengan 83 Tahun,Maka Akan Sampai pada Tahun 2000.Kemudian,Mulai tahun 2000,Dajjal Akan memimpin dari Israel Dengan Jangka Waktu Kekuasaan ''Satu Hari sama Dengan Seminggu''. Perhatikan Baik-baik Fakta Berikutnya. Pada Tahun 2000.




George Walker Bush Terpilih Sebagai Presiden Amerika Serikat ke-43,






Saya, George Walker Bush,Berjanji dengan sepenuh hati untuk memimpin Kantor Kepresidenan Amerika Serikat Dengan Sungguh-Sungguh.






Dengan Formula Yang Sama,Kita Harus Membagi Lagi Angka 83 dengan angka 4, Maka Hasilnya Kurang Lebih 21 Tahun Tambahkan 2000 dengan 21 Tahun,Maka Itu berarti Tahun 2020-2023 Tergantung Kita Merujuk Kepada Perhitungan Bulan dan Matahari. Apa Yang Terjadi Pada Tahun 2020-2023 Itu ?


Tibalah kita ke Akhir Rencana Dajjal.Pada saat itu,Illuminati Diharapkan akan Memindahkan dana Mengamankan Pemerintahan Dunia Ke Israel,Dimana Yang Dipertaruhkan Lebih Dari Sekedar Negara Kecil,Melainkan Sebuah Ide Besar,Yaitu Tatanan Dunia Baru (NEW WORLD ORDER),Sebagaimana Diakui George Bush.




_________________________________________________________________




Coba Tengoklah kembali Peristiwa 11 September 2001.Semua Penelitian independen Membuktikan Bahwa Tragedi 9/11 Adalah (INSIDE JOB) telah direncanakan Oleh U.S Goverment. Pada Tahun 2002,Afghanistan Diinvasi,Lalu 2003 Giliran Irak Yang Diinvansi.Lebanon Mendapatkan Giliran Pada Tahun 2006. Pada Bulan September Tahun Berikutnya,Amerika Serikat mendirikan Basis Pertahanan di 10 Negara Sepanjang Wilayah Timur Tengah.
Semua Itu Dilakukan Untuk Mengamankan Pemerintah dan Melindungi Israel Sebagai Ibukota Terakhir tatanan Dunia Baru. Itu Sama halnya Dengan apa yang Pernah Diramalkan/Diceritakan Oleh Nabi Muhammad (saw) 1400 tahun lalu.

Sadarkah Kita !,Apa yang Sebenarnya Menjadi Pemicu Masalah Timur Tengah Dan Dunia? saya yakin Sekal iBahwa Setiap Masalah yang Timbul dan perang yang terjadi di muka bumi,Sengaja Dilakukan untuk melindungi Pembentukan dan Keamanan Negara Israel. Semua Pihak yang Menentang Akan Diperangi. Kemudian,Pada Saatnya Dajjal Akan Menampakkan Wujudnya dan Menempati tahtanya Di Israel,maka Sejak Saat Itu Kedepanya,


Perhitungan Hari Dajjal Akan Sama Seperti Perhitungan Di Muka Bumi,Apa yang Tercamtum Dalam Al-Quran Dan Hadist Nabi Muhammad (saw),Berbunyi Sebagai Berikut:






Kemenangan Akan Menjadi Milik Mereka Yang Mengikuti Imam Al-Mahdi Dan Bergabung Dengan Mesiah Sejati Yaitu Nabi Isa (as).
Namun Sayangnya,Mayoritas Penduduk Dunia Justru Mengikuti Mesiah Palsu,Dan Mempercayainya Sebagai Satu-satunya Orang terpilih. Semua Itu Terjadi karena Mereka Bukanlah Pengikut Sejati,dan Tidak Mengerti Tanda-Tandanya. John F. Kennedy Pernah Menyampaikan Pidato Mengenai Sebuah Kelompok Rahasia yang Menjadi Penguasa Dunia.










Diseluruh Dunia,Kita Berhadapan Dengan Sebuah kekuatan Monolitis Kejam yang Bersandar Terutama Kepada Kedengkian Dalam Upaya Perluasan cekupan Pengaruh. Kita Terkungkung Di dalam sebuah dunia yang penuh dengan Monolitis dan Konspirasi Dunia yang Kejam,yang tujuannya adalaha untuk menyebarkan pengaruhnya secara luas. Sebuah sistem yang mengerahkan Manusia dan Sumber Daya Material Efisien, yang Mengkombinasikan Militer,Diplomatik,Kecerdasan,ekonomi,Ilmu PengetahuabmDan Operasi Politik, semua Persiapan Ini Dilakukan Secara Sembunyi-Sembunyi, Dan Tidak Dipublikasikan.


Ini Dan Tidak Pernah Diungakapkan.Para Pembelotnya Akan Dibungkam,Tidak Dihargai.


Pidato Inilah Yang Menhabisi Nyawanya!.




JOHN F.KENNEDY
Read more »

Arti Angka-Angka Bagi Illuminati/Freemason

Arti Angka-Angka Bagi Illuminati/Freemason




Secara konstan, angka 13 dan 33 selalu muncul dalam simbol-simbol Mason. Yang paling menarik perhatian adalah The Great Seal, simbol negara AS. Memang, angka 3, 7, 9, 11, 13, 33, 39 memiliki makna khusus bagi kaum Illuminati.






Pada awal AS terbentuk tahun 1776, ada 13 koloni yang menandatangi deklarasi kemerdekaan AS. Konstitusi AS terdiri dari 7 pasal yang ditandatangani oleh 39 anggota Constitutional Convention.

Angka-angka mason secara konsisten muncul pada berbagai simbol Mason, pada Great Seal misalnya, jumlah daun ranting Olive adalah 13; jumlah anak panah ada 13; jumlah susunan batu yang menyusun piramid ada 13; jumlah bintang di atas elang ada 13, dsb.

Sederet angka romawi ditemukan pada dasar piramid The Great Seal: MDCCLXXVI yang berarti 1776, tahun kemerdekaan AS.
Dibalik angka Romawi sesungguhnya ada makna tersembunyi yang lagi-lagi merepresentasikan simbol Mason. Dalam sistem penomoran Romawi, M baru digunakan setelah berpuluh-puluh tahun kemudian. Jika dari angka Romawi tersebut kita definisikan satu-persatu dan mengabaikan repetisi, maka diperoleh: D=500, C=100, L=50, X=10, V=5, dan I=1, kemudian jumlahkan dan hasilnya adalah 666, simbol Lucifer.






Pada tanggal 6 Agustus 1945 jam 8.15 am, pesawat bomber AS Enola Gay menjatuhkan bom atom “little boy” di Hiroshima pada nomor misi 13. Kota Hiroshima berada di garis lintang 33. Ini merupakan awal permulaan era baru, yakni era nuklir.



Tahun 1935, Paul Foster menulis:

“Sejak angka 1776, tahun kemerdekaan AS, ditempatkan di dasar piramid The Great Seal, maka pada hari itu pula angka 13 menjadi bagian penting dalam sejarah AS. Pada The Great Seal, piramid tersusun atas 13 lapisan batu yang merepresentasikan 13 periode untuk mencapai tata dunia baru, di mana setiap periode adalah 13 tahun. 13 periode X 13 tahun adalah 169 tahun. 169 tahun dari tanggal 4 Juli 1776 adalah 4 Juli 1945. Hiroshima di bom tanggal 6 Agustus 1945, dan berselisih 33 hari dari tanggal 4 Juli 1945. Ribuan nyawa yang melayang di Hiroshima adalah korban “tata dunia baru” kaum Mason.

JFK mengalami luka-luka pada 3 titik bagian tubuhnya. Tiga titik luka yang sama seperti Hiram Abif, seorang kstaria templar yang dibunuh pada hari inisiasi Masonic, tepatnya pada hari Jumat, tanggal 13, tahun 1307. Hiram Abif ditusuk dari belakang, leher, dan kepalanya. Dealey Plaza, tempat JFK dibunuh terletak hanya beberapa mil dari garis lintang 33.




Angka-angka sakral Mason juga muncul pada berbagai fenomena, baik fenomena politik maupun fenomena lainnya. Krisis misil di Cuba berlangsung selama 13 hari. Angka 13 muncul dalam berbagai judul film:

13 Frightened Girls (1963);
13 East Street (1952);
13 Floors (1991);
13 West Street (1962);
13 Fighting Men (1960);
13 Ghosts (1960);
Apollo 13 (1995);
6 days and 7 nights with Harrison Ford (6+7=13).





Tahun 1997, Putri Diana dan Dodi Al Fayed meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Mobil Mercedes yang dikendarainya terhempas menabrak pilar nomor 13 di terowongan Alma Paris, tanggal 31 Agustus. http://www.thisislondon.com/dynamic/news/story.html
Apollo 13 meledak ketika tengah melesat ke angkasa pada pukul 1.13 atau 1313 dalam format waktu militer, pada tanggal 13 April 1970.
AS membagi negaranya menjadi 7 wilayah geografis. Setiap wilayah memiliki 13 anggota dewan pimpinan wilayah yang berkoordinasi dengan dewan pimpinan daerah. Struktur anggota dewan adalah sebagai berikut: 1 ketua, 2 kursi untuk bidang militer; 2 kursi untuk bidang spiritual, 2 kursi untuk bidang pendidikan, 2 kursi untuk bidang pelatihan, dan 2 kursi untuk bidang sains, sehingga total berjumlah 13.
Dengan cara yang sama, JFK terbunuh pada interseksi 41 lintang utara dan 71 bujur barat. Jika dijumlah 4+1+7+1=13, lagi-lagi angka Masonic. Lokasi interseksi ini tepatnya adalah barat daya Martha’s Vineyard, sebuah tempat yang dekat sebuah pulau kecil bernama No Mans Land. “No Mans”, adalah sebuah anagram Baconian yang berarti Mason.




Sebuah sandi rahasia yang sudah sangat umum adalah memberi nilai numerik pada alfabet. Misalnya, A=1; B=2; C=3; D=4, dan seterusnya. Pemberian nilai numerik bisa saja dilakukan secara terbalik, misalnya Z=1; Y=2; X=4, dan seterusnya. Sebuah kode rahasia yang sudah sangat umum, namun seringkali kita tidak memperhatikan dan melewatkannya begitu saja. Mari kita ungkap kode rahasia serta simbol-simbol Mason itu pada dunia nyata:




[image]


3 14 14 =3+1+4+1+4=13
C N N

3 9 1=3+9+1=13
C I A (Central Intelligence Agency )

6 2 9= 6- 2=4+9=13
F B I

14 19 1 = 1+4=5-19=negative14+1=negative13 ?
N S A

13 9 F = 1+3=4+9=13F F=Freemason
M I 6 (British Intelligence) This one is freemason from front to back

23 8 15 = 2×3=6-8=-2+15=13
W H O (World Health Organization)

10 7 2 This one was very clever. Its reversed. = 2×7=14-01=13
K G B (Russian Intelligence)

14 1 20 15 = 14-1=13-20=negative 7-1=negative 8-5=negative 13 ?
N A T O (North Atlantic Treaties Organization)

21 19 1 = 2×1=2+1=3+9=12+1=13
U S A

Simbol-Simbol Mason dalam berbagai produk:


[image]

* A O L (America On-Line) note the eye in the pyramid.







* Restorant McDonalds, logonya membentuk angka 13 jika dilihat secara vertikal.


Dalam doktrin lucifer, empat titik di atas lambang kepala kambing merepresentasikan empat

elemen dunia: Api, Air, Tanah, dan Udara. Sedangkan sudut kelima yang berada di awah merepresentasikan jiwa lucifer. Jika kita asosiasikan dengan tata kota Washington pada blog sebelumnya, akan terlihat sudut yang ada di bawah (selatan) mengarah pada White House, sebuah simbol, bagaimana jiwa-jiwa lucifer bersemayam di White House.

Proctor and Gamble salah satu perusahaan terbesar di AS, menolak tuduhan 13 bintang yang ada pada logo perusahaannya adalah lambang Masonic. Mereka berdalih, 13 bintang tersebut adalah untuk menghormati 13 koloni di AS pada awal kemerdekaannya. Pada tahun 1992, Proctor and Gamble merevisi sebagian kecil logonya dengan memperhalus beberapa bagian. Namun, rumor dan tanda tanya seputar logo tersebut terus ada.




Angka 13 dan 33 yang tersembunyi pada logo Microsoft Windows.

Angka Mason yang cukup dikenal lainnya adalah 33, yang melambangkan tingkat tertinggi dalam organisasi ini.

14 1 19 1 =14-1=13+19=32+1=33
N A S A




21 14 = 2+1=3 1-4=3 3 and 3 make 33
U. N. United Nations


Terdapat 33 seksi pada bagian dalam logo UN

9 2 13 = 9+2=11 1+1+1=3and3 make 33
I B M

21 11 = 2=1=3×11=33
U K (United Kingdom)


Read more »

Friday, November 12, 2010

kisah ashabul khafi






Ashabul Kahfi adalah nama sekelompok orang beriman yang hidup pada masa Raja Diqyanus di Romawi, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya nabi Isa as. Mereka hidup ditengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok orang yang tidak menyembah berhala, maka sang raja marah lalu memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk mengikuti kepercayaan sang raja. Tapi Ashabul Kahfi menolak dan lari, dikejarlah mereka untuk dibunuh. Ketika mereka lari dari kejaran pasukan raja, sampailah mereka di mulut sebuah gua yang kemudian dipakai tempat persembunyian.

Dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan selama 309 tahun di dalam gua, dan dibangkitkan kembali ketika masyarakat dan raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan raja yang beriman kepada Allah SWT (Ibnu Katsir; Tafsir al-Quran al-'Adzim; jilid:3 ; hal.67-71).

Berikut adalah kisah Ashabul Kahfi (Penghuni Gua) yang ditafsir secara jelas jalan ceritanya.....

Penulis kitab Fadha'ilul Khamsah Minas Shihahis Sittah (jilid II, halaman 291-300), mengetengahkan suatu riwayat yang dikutip dari kitab Qishashul Anbiya. Riwayat tersebut berkaitan dengan tafsir ayat 10 Surah Al-Kahfi:

إِذْ أَوَى الفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
"(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo'a: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)" (QS al-Kahfi:10)

Dengan panjang lebar kitab Qishashul Anbiya mulai dari halaman 566 meriwayatkan sebagai berikut:

Di kala Umar Ibnul Khattab memangku jabatan sebagai Amirul Mukminin, pernah datang kepadanya beberapa orang pendeta Yahudi. Mereka berkata kepada Khalifah: "Hai Khalifah Umar, anda adalah pemegang kekuasaan sesudah Muhammad dan sahabatnya, Abu Bakar. Kami hendak menanyakan beberapa masalah penting kepada anda. Jika anda dapat memberi jawaban kepada kami, barulah kami mau mengerti bahwa Islam merupakan agama yang benar dan Muhammad benar-benar seorang Nabi. Sebaliknya, jika anda tidak dapat memberi jawaban, berarti bahwa agama Islam itu bathil dan Muhammad bukan seorang Nabi."

"Silahkan bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan," sahut Khalifah Umar.

"Jelaskan kepada kami tentang induk kunci (gembok) mengancing langit, apakah itu?" Tanya pendeta-pendeta itu, memulai pertanyaan-pertanyaannya. "Terangkan kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang berjalan bersama penghuninya, apakah itu? Tunjukkan kepada kami tentang suatu makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi ia bukan manusia dan bukan jin! Terangkan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang dapat berjalan di permukaan bumi, tetapi makhluk-makhluk itu tidak dilahirkan dari kandungan ibu atau atau induknya! Beritahukan kepada kami apa yang dikatakan oleh burung puyuh (gemak) di saat ia sedang berkicau! Apakah yang dikatakan oleh ayam jantan di kala ia sedang berkokok! Apakah yang dikatakan oleh kuda di saat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh katak di waktu ia sedang bersuara? Apakah yang dikatakan oleh keledai di saat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh burung pipit pada waktu ia sedang berkicau?"

Khalifah Umar menundukkan kepala untuk berfikir sejenak, kemudian berkata: "Bagi Umar, jika ia menjawab 'tidak tahu' atas pertanyaan-pertanyaan yang memang tidak diketahui jawabannya, itu bukan suatu hal yang memalukan!''

Mendengar jawaban Khalifah Umar seperti itu, pendeta-pendeta Yahudi yang bertanya berdiri melonjak-lonjak kegirangan, sambil berkata: "Sekarang kami bersaksi bahwa Muhammad memang bukan seorang Nabi, dan agama Islam itu adalah bathil!"

Salman Al-Farisi yang saat itu hadir, segera bangkit dan berkata kepada pendeta-pendeta Yahudi itu: "Kalian tunggu sebentar!"

Ia cepat-cepat pergi ke rumah Ali bin Abi Thalib. Setelah bertemu, Salman berkata: "Ya Abal Hasan, selamatkanlah agama Islam!"

Imam Ali r.a. bingung, lalu bertanya: "Mengapa?"

Buddhist caves- Photo UNESCO Sorosh Wali - Oct 2003.JPG

Salman kemudian menceritakan apa yang sedang dihadapi oleh Khalifah Umar Ibnul Khattab. Imam Ali segera saja berangkat menuju ke rumah Khalifah Umar, berjalan lenggang memakai burdah (selembar kain penutup punggung atau leher) peninggalan Rasul Allah s.a.w. Ketika Umar melihat Ali bin Abi Thalib datang, ia bangun dari tempat duduk lalu buru-buru memeluknya, sambil berkata: "Ya Abal Hasan, tiap ada kesulitan besar, engkau selalu kupanggil!"

Setelah berhadap-hadapan dengan para pendeta yang sedang menunggu-nunggu jawaban itu, Ali bin Abi Thalib herkata: "Silakan kalian bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan. Rasul Allah s.a.w. sudah mengajarku seribu macam ilmu, dan tiap jenis dari ilmu-ilmu itu mempunyai seribu macam cabang ilmu!"

Pendeta-pendeta Yahudi itu lalu mengulangi pertanyaan-pertanyaan mereka. Sebelum menjawab, Ali bin Abi Thalib berkata: "Aku ingin mengajukan suatu syarat kepada kalian, yaitu jika ternyata aku nanti sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian sesuai dengan yang ada di dalam Taurat, kalian supaya bersedia memeluk agama kami dan beriman!"

"Ya baik!" jawab mereka.

"Sekarang tanyakanlah satu demi satu," kata Ali bin Abi Thalib.

Mereka mulai bertanya: "Apakah induk kunci (gembok) yang mengancing pintu-pintu langit?"

"Induk kunci itu," jawab Ali bin Abi Thalib, "ialah syirik kepada Allah. Sebab semua hamba Allah, baik pria maupun wanita, jika ia bersyirik kepada Allah, amalnya tidak akan dapat naik sampai ke hadhirat Allah!"

Para pendeta Yahudi bertanya lagi: "Anak kunci apakah yang dapat membuka pintu-pintu langit?"

Ali bin Abi Thalib menjawab: "Anak kunci itu ialah kesaksian (syahadat) bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah!"

Para pendeta Yahudi itu saling pandang di antara mereka, sambil berkata: "Orang itu benar juga!" Mereka bertanya lebih lanjut: "Terangkanlah kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang dapat berjalan bersama penghuninya!"

"Kuburan itu ialah ikan hiu (hut) yang menelan Nabi Yunus putera Matta," jawab Ali bin Abi Thalib. "Nabi Yunus as. dibawa keliling ketujuh samudera!"

Pendeta-pendeta itu meneruskan pertanyaannya lagi: "Jelaskan kepada kami tentang makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi makhluk itu bukan manusia dan bukan jin!"

Ali bin Abi Thalib menjawab: "Makhluk itu ialah semut Nabi Sulaiman putera Nabi Dawud alaihimas salam. Semut itu berkata kepada kaumnya: "Hai para semut, masuklah ke dalam tempat kediaman kalian, agar tidak diinjak-injak oleh Sulaiman dan pasukan-nya dalam keadaan mereka tidak sadar!"

Para pendeta Yahudi itu meneruskan pertanyaannya: "Beritahukan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang berjalan di atas permukaan bumi, tetapi tidak satu pun di antara makhluk-makhluk itu yang dilahirkan dari kandungan ibunya atau induknya!"

Ali bin Abi Thalib menjawab: "Lima makhluk itu ialah, pertama, Adam. Kedua, Hawa. Ketiga, Unta Nabi Shaleh. Keempat, Domba Nabi Ibrahim. Kelima, Tongkat Nabi Musa (yang menjelma menjadi seekor ular)."

Dua di antara tiga orang pendeta Yahudi itu setelah mendengar jawaban-jawaban serta penjelasan yang diberikan oleh Imam Ali r.a. lalu mengatakan: "Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah!"

Tetapi seorang pendeta lainnya, bangun berdiri sambil berkata kepada Ali bin Abi Thalib: "Hai Ali, hati teman-temanku sudah dihinggapi oleh sesuatu yang sama seperti iman dan keyakinan mengenai benarnya agama Islam. Sekarang masih ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan kepada anda."

"Tanyakanlah apa saja yang kau inginkan," sahut Imam Ali.

"Coba terangkan kepadaku tentang sejumlah orang yang pada zaman dahulu sudah mati selama 309 tahun, kemudian dihidupkan kembali oleh Allah. Bagaimana hikayat tentang mereka itu?" Tanya pendeta tadi.

Ali bin Ali Thalib menjawab: "Hai pendeta Yahudi, mereka itu ialah para penghuni gua. Hikayat tentang mereka itu sudah dikisahkan oleh Allah s.w.t. kepada Rasul-Nya. Jika engkau mau, akan kubacakan kisah mereka itu."

Pendeta Yahudi itu menyahut: "Aku sudah banyak mendengar tentang Qur'an kalian itu! Jika engkau memang benar-benar tahu, coba sebutkan nama-nama mereka, nama ayah-ayah mereka, nama kota mereka, nama raja mereka, nama anjing mereka, nama gunung serta gua mereka, dan semua kisah mereka dari awal sampai akhir!"

Ali bin Abi Thalib kemudian membetulkan duduknya, menekuk lutut ke depan perut, lalu ditopangnya dengan burdah yang diikatkan ke pinggang. Lalu ia berkata: "Hai saudara Yahudi, Muhammad Rasul Allah s.a.w. kekasihku telah menceritakan kepadaku, bahwa kisah itu terjadi di negeri Romawi, di sebuah kota bernama Aphesus, atau disebut juga dengan nama Tharsus. Tetapi nama kota itu pada zaman dahulu ialah Aphesus (Ephese). Baru setelah Islam datang, kota itu berubah nama menjadi Tharsus (Tarse, sekarang terletak di dalam wilayah Turki). Penduduk negeri itu dahulunya mempunyai seorang raja yang baik. Setelah raja itu meninggal dunia, berita kematiannya didengar oleh seorang raja Persia bernama Diqyanius. Ia seorang raja kafir yang amat congkak dan dzalim. Ia datang menyerbu negeri itu dengan kekuatan pasukannya, dan akhirnya berhasil menguasai kota Aphesus. Olehnya kota itu dijadikan ibukota kerajaan, lalu dibangunlah sebuah Istana."

Baru sampai di situ, pendeta Yahudi yang bertanya itu berdiri, terus bertanya: "Jika engkau benar-benar tahu, coba terangkan kepadaku bentuk Istana itu, bagaimana serambi dan ruangan-ruangannya!"

Ali bin Abi Thalib menerangkan: "Hai saudara Yahudi, raja itu membangun istana yang sangat megah, terbuat dari batu marmar. Panjangnya satu farsakh (= kl 8 km) dan lebarnya pun satu farsakh. Pilar-pilarnya yang berjumlah seribu buah, semuanya terbuat dari emas, dan lampu-lampu yang berjumlah seribu buah, juga semuanya terbuat dari emas. Lampu-lampu itu bergelantungan pada rantai-rantai yang terbuat dari perak. Tiap malam apinya dinyalakan dengan sejenis minyak yang harum baunya. Di sebelah timur serambi dibuat lubang-lubang cahaya sebanyak seratus buah, demikian pula di sebelah baratnya. Sehingga matahari sejak mulai terbit sampai terbenam selalu dapat menerangi serambi. Raja itu pun membuat sebuah singgasana dari emas. Panjangnya 80 hasta dan lebarnya 40 hasta. Di sebelah kanannya tersedia 80 buah kursi, semuanya terbuat dari emas. Di situlah para hulubalang kerajaan duduk. Di sebelah kirinya juga disediakan 80 buah kursi terbuat dari emas, untuk duduk para pepatih dan penguasa-penguasa tinggi lainnya. Raja duduk di atas singgasana dengan mengenakan mahkota di atas kepala."

Sampai di situ pendeta yang bersangkutan berdiri lagi sambil berkata: "Jika engkau benar-benar tahu, coba terangkan kepadaku dari apakah mahkota itu dibuat?"

"Hai saudara Yahudi," kata Imam Ali menerangkan, "mahkota raja itu terbuat dari kepingan-kepingan emas, berkaki 9 buah, dan tiap kakinya bertaburan mutiara yang memantulkan cahaya laksana bintang-bintang menerangi kegelapan malam. Raja itu juga mempunyai 50 orang pelayan, terdiri dari anak-anak para hulubalang. Semuanya memakai selempang dan baju sutera berwarna merah. Celana mereka juga terbuat dari sutera berwarna hijau. Semuanya dihias dengan gelang-gelang kaki yang sangat indah. Masing-masing diberi tongkat terbuat dari emas. Mereka harus berdiri di belakang raja. Selain mereka, raja juga mengangkat 6 orang, terdiri dari anak-anak para cendekiawan, untuk dijadikan menteri-menteri atau pembantu-pembantunya. Raja tidak mengambil suatu keputusan apa pun tanpa berunding lebih dulu dengan mereka. Enam orang pembantu itu selalu berada di kanan kiri raja, tiga orang berdiri di sebelah kanan dan yang tiga orang lainnya berdiri di sebelah kiri."

Pendeta yang bertanya itu berdiri lagi. Lalu berkata: "Hai Ali, jika yang kau katakan itu benar, coba sebutkan nama enam orang yang menjadi pembantu-pembantu raja itu!"

Menanggapi hal itu, Imam Ali r.a. menjawab: "Kekasihku Muhammad Rasul Allah s.a.w. menceritakan kepadaku, bahwa tiga orang yang berdiri di sebelah kanan raja, masing-masing bernama Tamlikha, Miksalmina, dan Mikhaslimina. Adapun tiga orang pembantu yang berdiri di sebelah kiri, masing-masing bernama Martelius, Casitius dan Sidemius. Raja selalu berunding dengan mereka mengenai segala urusan.

Tiap hari setelah raja duduk dalam serambi istana dikerumuni oleh semua hulubalang dan para punggawa, masuklah tiga orang pelayan menghadap raja. Seorang diantaranya membawa piala emas penuh berisi wewangian murni. Seorang lagi membawa piala perak penuh berisi air sari bunga. Sedang yang seorangnya lagi membawa seekor burung. Orang yang membawa burung ini kemudian mengeluarkan suara isyarat, lalu burung itu terbang di atas piala yang berisi air sari bunga. Burung itu berkecimpung di dalamnya dan setelah itu ia mengibas-ngibaskan sayap serta bulunya, sampai sari-bunga itu habis dipercikkan ke semua tempat sekitarnya.

Kemudian si pembawa burung tadi mengeluarkan suara isyarat lagi. Burung itu terbang pula. Lalu hinggap di atas piala yang berisi wewangian murni. Sambil berkecimpung di dalamnya, burung itu mengibas-ngibaskan sayap dan bulunya, sampai wewangian murni yang ada dalam piala itu habis dipercikkan ke tempat sekitarnya. Pembawa burung itu memberi isyarat suara lagi. Burung itu lalu terbang dan hinggap di atas mahkota raja, sambil membentangkan kedua sayap yang harum semerbak di atas kepala raja.

Demikianlah raja itu berada di atas singgasana kekuasaan selama tiga puluh tahun. Selama itu ia tidak pernah diserang penyakit apa pun, tidak pernah merasa pusing kepala, sakit perut, demam, berliur, berludah atau pun beringus. Setelah sang raja merasa diri sedemikian kuat dan sehat, ia mulai congkak, durhaka dan dzalim. Ia mengaku-aku diri sebagai "tuhan" dan tidak mau lagi mengakui adanya Allah s.w.t.

Raja itu kemudian memanggil orang-orang terkemuka dari rakyatnya. Barang siapa yang taat dan patuh kepadanya, diberi pakaian dan berbagai macam hadiah lainnya. Tetapi barang siapa yang tidak mau taat atau tidak bersedia mengikuti kemauannya, ia akan segera dibunuh. Oleh sebab itu semua orang terpaksa mengiakan kemauannya. Dalam masa yang cukup lama, semua orang patuh kepada raja itu, sampai ia disembah dan dipuja. Mereka tidak lagi memuja dan menyembah Allah s.w.t.

Pada suatu hari perayaan ulang-tahunnya, raja sedang duduk di atas singgasana mengenakan mahkota di atas kepala, tiba-tiba masuklah seorang hulubalang memberi tahu, bahwa ada balatentara asing masuk menyerbu ke dalam wilayah kerajaannya, dengan maksud hendak melancarkan peperangan terhadap raja. Demikian sedih dan bingungnya raja itu, sampai tanpa disadari mahkota yang sedang dipakainya jatuh dari kepala. Kemudian raja itu sendiri jatuh terpelanting dari atas singgasana. Salah seorang pembantu yang berdiri di sebelah kanan --seorang cerdas yang bernama Tamlikha-- memperhatikan keadaan sang raja dengan sepenuh fikiran. Ia berfikir, lalu berkata di dalam hati: "Kalau Diqyanius itu benar-benar tuhan sebagaimana menurut pengakuannya, tentu ia tidak akan sedih, tidak tidur, tidak buang air kecil atau pun air besar. Itu semua bukanlah sifat-sifat Tuhan."

Enam orang pembantu raja itu tiap hari selalu mengadakan pertemuan di tempat salah seorang dari mereka secara bergiliran. Pada satu hari tibalah giliran Tamlikha menerima kunjungan lima orang temannya. Mereka berkumpul di rumah Tamlikha untuk makan dan minum, tetapi Tamlikha sendiri tidak ikut makan dan minum. Teman-temannya bertanya: "Hai Tamlikha, mengapa engkau tidak mau makan dan tidak mau minum?"

"Teman-teman," sahut Tamlikha, "hatiku sedang dirisaukan oleh sesuatu yang membuatku tidak ingin makan dan tidak ingin minum, juga tidak ingin tidur."

Teman-temannya mengejar: "Apakah yang merisaukan hatimu, hai Tamlikha?"

"Sudah lama aku memikirkan soal langit," ujar Tamlikha menjelaskan. "Aku lalu bertanya pada diriku sendiri: 'siapakah yang mengangkatnya ke atas sebagai atap yang senantiasa aman dan terpelihara, tanpa gantungan dari atas dan tanpa tiang yang menopangnya dari bawah? Siapakah yang menjalankan matahari dan bulan di langit itu? Siapakah yang menghias langit itu dengan bintang-bintang bertaburan?' Kemudian kupikirkan juga bumi ini: 'Siapakah yang membentang dan menghamparkan-nya di cakrawala? Siapakah yang menahannya dengan gunung-gunung raksasa agar tidak goyah, tidak goncang dan tidak miring?' Aku juga lama sekali memikirkan diriku sendiri: 'Siapakah yang mengeluarkan aku sebagai bayi dari perut ibuku? Siapakah yang memelihara hidupku dan memberi makan kepadaku? Semuanya itu pasti ada yang membuat, dan sudah tentu bukan Diqyanius'…"

Teman-teman Tamlikha lalu bertekuk lutut di hadapannya. Dua kaki Tamlikha diciumi sambil berkata: "Hai Tamlikha dalam hati kami sekarang terasa sesuatu seperti yang ada di dalam hatimu. Oleh karena itu, baiklah engkau tunjukkan jalan keluar bagi kita semua!"

"Saudara-saudara," jawab Tamlikha, "baik aku maupun kalian tidak menemukan akal selain harus lari meninggalkan raja yang dzalim itu, pergi kepada Raja pencipta langit dan bumi!"

"Kami setuju dengan pendapatmu," sahut teman-temannya.

Tamlikha lalu berdiri, terus beranjak pergi untuk menjual buah kurma, dan akhirnya berhasil mendapat uang sebanyak 3 dirham. Uang itu kemudian diselipkan dalam kantong baju. Lalu berangkat berkendaraan kuda bersama-sama dengan lima orang temannya.

Setelah berjalan 3 mil jauhnya dari kota, Tamlikha berkata kepada teman-temannya: "Saudara-saudara, kita sekarang sudah terlepas dari raja dunia dan dari kekuasaannya. Sekarang turunlah kalian dari kuda dan marilah kita berjalan kaki. Mudah-mudahan Allah akan memudahkan urusan kita serta memberikan jalan keluar."

Mereka turun dari kudanya masing-masing. Lalu berjalan kaki sejauh 7 farsakh, sampai kaki mereka bengkak berdarah karena tidak biasa berjalan kaki sejauh itu.

Tiba-tiba datanglah seorang penggembala menyambut mereka. Kepada penggembala itu mereka bertanya: "Hai penggembala, apakah engkau mempunyai air minum atau susu?"

"Aku mempunyai semua yang kalian inginkan," sahut penggembala itu. "Tetapi kulihat wajah kalian semuanya seperti kaum bangsawan. Aku menduga kalian itu pasti melarikan diri. Coba beritahukan kepadaku bagaimana cerita perjalanan kalian itu!"

"Ah…, susahnya orang ini," jawab mereka. "Kami sudah memeluk suatu agama, kami tidak boleh berdusta. Apakah kami akan selamat jika kami mengatakan yang sebenarnya?"

"Ya," jawab penggembala itu.

Tamlikha dan teman-temannya lalu menceritakan semua yang terjadi pada diri mereka. Mendengar cerita mereka, penggembala itu segera bertekuk lutut di depan mereka, dan sambil menciumi kaki mereka, ia berkata: "Dalam hatiku sekarang terasa sesuatu seperti yang ada dalam hati kalian. Kalian berhenti sajalah dahulu di sini. Aku hendak mengembalikan kambing-kambing itu kepada pemiliknya. Nanti aku akan segera kembali lagi kepada kalian."

Tamlikha bersama teman-temannya berhenti. Penggembala itu segera pergi untuk mengembalikan kambing-kambing gembalaannya. Tak lama kemudian ia datang lagi berjalan kaki, diikuti oleh seekor anjing miliknya."

Waktu cerita Imam Ali sampai di situ, pendeta Yahudi yang bertanya melonjak berdiri lagi sambil berkata: "Hai Ali, jika engkau benar-benar tahu, coba sebutkan apakah warna anjing itu dan siapakah namanya?"

"Hai saudara Yahudi," kata Ali bin Abi Thalib memberitahukan, "kekasihku Muhammad Rasul Allah s.a.w. menceritakan kepadaku, bahwa anjing itu berwarna kehitam-hitaman dan bernama Qithmir. Ketika enam orang pelarian itu melihat seekor anjing, masing-masing saling berkata kepada temannya: kita khawatir kalau-kalau anjing itu nantinya akan membongkar rahasia kita! Mereka minta kepada penggembala supaya anjing itu dihalau saja dengan batu.

Anjing itu melihat kepada Tamlikha dan teman-temannya, lalu duduk di atas dua kaki belakang, menggeliat, dan mengucapkan kata-kata dengan lancar dan jelas sekali: "Hai orang-orang, mengapa kalian hendak mengusirku, padahal aku ini bersaksi tiada tuhan selain Allah, tak ada sekutu apa pun bagi-Nya. Biarlah aku menjaga kalian dari musuh, dan dengan berbuat demikian aku mendekatkan diriku kepada Allah s.w.t."

Anjing itu akhirnya dibiarkan saja. Mereka lalu pergi. Penggembala tadi mengajak mereka naik ke sebuah bukit. Lalu bersama mereka mendekati sebuah gua."

Pendeta Yahudi yang menanyakan kisah itu, bangun lagi dari tempat duduknya sambil berkata: "Apakah nama gunung itu dan apakah nama gua itu?!"

Imam Ali menjelaskan: "Gunung itu bernama Naglus dan nama gua itu ialah Washid, atau di sebut juga dengan nama Kheram!"

Ali bin Abi Thalib meneruskan ceritanya: secara tiba-tiba di depan gua itu tumbuh pepohonan berbuah dan memancur mata-air deras sekali. Mereka makan buah-buahan dan minum air yang tersedia di tempat itu. Setelah tiba waktu malam, mereka masuk berlindung di dalam gua. Sedang anjing yang sejak tadi mengikuti mereka, berjaga-jaga ndeprok sambil menjulurkan dua kaki depan untuk menghalang-halangi pintu gua. Kemudian Allah s.w.t. memerintahkan Malaikat maut supaya mencabut nyawa mereka. Kepada masing-masing orang dari mereka Allah s.w.t. mewakilkan dua Malaikat untuk membalik-balik tubuh mereka dari kanan ke kiri. Allah lalu memerintahkan matahari supaya pada saat terbit condong memancarkan sinarnya ke dalam gua dari arah kanan, dan pada saat hampir terbenam supaya sinarnya mulai meninggalkan mereka dari arah kiri.

Suatu ketika waktu raja Diqyanius baru saja selesai berpesta ia bertanya tentang enam orang pembantunya. Ia mendapat jawaban, bahwa mereka itu melarikan diri. Raja Diqyanius sangat gusar. Bersama 80.000 pasukan berkuda ia cepat-cepat berangkat menyelusuri jejak enam orang pembantu yang melarikan diri. Ia naik ke atas bukit, kemudian mendekati gua. Ia melihat enam orang pembantunya yang melarikan diri itu sedang tidur berbaring di dalam gua. Ia tidak ragu-ragu dan memastikan bahwa enam orang itu benar-benar sedang tidur.

Kepada para pengikutnya ia berkata: "Kalau aku hendak menghukum mereka, tidak akan kujatuhkan hukuman yang lebih berat dari perbuatan mereka yang telah menyiksa diri mereka sendiri di dalam gua. Panggillah tukang-tukang batu supaya mereka segera datang ke mari!"

Setelah tukang-tukang batu itu tiba, mereka diperintahkan menutup rapat pintu gua dengan batu-batu dan jish (bahan semacam semen). Selesai dikerjakan, raja berkata kepada para pengikutnya: "Katakanlah kepada mereka yang ada di dalam gua, kalau benar-benar mereka itu tidak berdusta supaya minta tolong kepada Tuhan mereka yang ada di langit, agar mereka dikeluarkan dari tempat itu."

Dalam guha tertutup rapat itu, mereka tinggal selama 309 tahun.

Setelah masa yang amat panjang itu lampau, Allah s.w.t. mengembalikan lagi nyawa mereka. Pada saat matahari sudah mulai memancarkan sinar, mereka merasa seakan-akan baru bangun dari tidurnya masing-masing. Yang seorang berkata kepada yang lainnya: "Malam tadi kami lupa beribadah kepada Allah, mari kita pergi ke mata air!"

Setelah mereka berada di luar gua, tiba-tiba mereka lihat mata air itu sudah mengering kembali dan pepohonan yang ada pun sudah menjadi kering semuanya. Allah s.w.t. membuat mereka mulai merasa lapar. Mereka saling bertanya: "Siapakah di antara kita ini yang sanggup dan bersedia berangkat ke kota membawa uang untuk bisa mendapatkan makanan? Tetapi yang akan pergi ke kota nanti supaya hati-hati benar, jangan sampai membeli makanan yang dimasak dengan lemak-babi."

Tamlikha kemudian berkata: "Hai saudara-saudara, aku sajalah yang berangkat untuk mendapatkan makanan. Tetapi, hai penggembala, berikanlah bajumu kepadaku dan ambillah bajuku ini!"

Setelah Tamlikha memakai baju penggembala, ia berangkat menuju ke kota. Sepanjang jalan ia melewati tempat-tempat yang sama sekali belum pernah dikenalnya, melalui jalan-jalan yang belum pernah diketahui. Setibanya dekat pintu gerbang kota, ia melihat bendera hijau berkibar di angkasa bertuliskan: "Tiada Tuhan selain Allah dan Isa adalah Roh Allah."

Tamlikha berhenti sejenak memandang bendera itu sambil mengusap-usap mata, lalu berkata seorang diri: "Kusangka aku ini masih tidur!" Setelah agak lama memandang dan mengamat-amati bendera, ia meneruskan perjalanan memasuki kota. Dilihatnya banyak orang sedang membaca Injil. Ia berpapasan dengan orang-orang yang belum pernah dikenal. Setibanya di sebuah pasar ia bertanya kepada seorang penjaja roti: "Hai tukang roti, apakah nama kota kalian ini?"

"Aphesus," sahut penjual roti itu.

"Siapakah nama raja kalian?" tanya Tamlikha lagi. "Abdurrahman," jawab penjual roti.

"Kalau yang kau katakan itu benar," kata Tamlikha, "urusanku ini sungguh aneh sekali! Ambillah uang ini dan berilah makanan kepadaku!"

Melihat uang itu, penjual roti keheran-heranan. Karena uang yang dibawa Tamlikha itu uang zaman lampau, yang ukurannya lebih besar dan lebih berat.

Pendeta Yahudi yang bertanya itu kemudian berdiri lagi, lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib: "Hai Ali, kalau benar-benar engkau mengetahui, coba terangkan kepadaku berapa nilai uang lama itu dibanding dengan uang baru!"

Imam Ali menerangkan: "Kekasihku Muhammad Rasul Allah s.a.w. menceritakan kepadaku, bahwa uang yang dibawa oleh Tamlikha dibanding dengan uang baru, ialah tiap dirham lama sama dengan sepuluh dan dua pertiga dirham baru!"

Imam Ali kemudian melanjutkan ceritanya: Penjual Roti lalu berkata kepada Tamlikha: "Aduhai, alangkah beruntungnya aku! Rupanya engkau baru menemukan harta karun! Berikan sisa uang itu kepadaku! Kalau tidak, engkau akan ku hadapkan kepada raja!"

"Aku tidak menemukan harta karun," sangkal Tamlikha. "Uang ini ku dapat tiga hari yang lalu dari hasil penjualan buah kurma seharga tiga dirham! Aku kemudian meninggalkan kota karena orang-orang semuanya menyembah Diqyanius!"

Penjual roti itu marah. Lalu berkata: "Apakah setelah engkau menemukan harta karun masih juga tidak rela menyerahkan sisa uangmu itu kepadaku? Lagi pula engkau telah menyebut-nyebut seorang raja durhaka yang mengaku diri sebagai tuhan, padahal raja itu sudah mati lebih dari 300 tahun yang silam! Apakah dengan begitu engkau hendak memperolok-olok aku?"

Tamlikha lalu ditangkap. Kemudian dibawa pergi menghadap raja. Raja yang baru ini seorang yang dapat berfikir dan bersikap adil. Raja bertanya kepada orang-orang yang membawa Tamlikha: "Bagaimana cerita tentang orang ini?"

"Dia menemukan harta karun," jawab orang-orang yang membawanya.

Kepada Tamlikha, raja berkata: "Engkau tak perlu takut! Nabi Isa a.s. memerintahkan supaya kami hanya memungut seperlima saja dari harta karun itu. Serahkanlah yang seperlima itu kepadaku, dan selanjutnya engkau akan selamat."

Tamlikha menjawab: "Baginda, aku sama sekali tidak menemukan harta karun! Aku adalah penduduk kota ini!"

Raja bertanya sambil keheran-heranan: "Engkau penduduk kota ini?"

"Ya. Benar," sahut Tamlikha.

"Adakah orang yang kau kenal?" tanya raja lagi.

"Ya, ada," jawab Tamlikha.

"Coba sebutkan siapa namanya," perintah raja.

Tamlikha menyebut nama-nama kurang lebih 1000 orang, tetapi tak ada satu nama pun yang dikenal oleh raja atau oleh orang lain yang hadir mendengarkan. Mereka berkata: "Ah…, semua itu bukan nama orang-orang yang hidup di zaman kita sekarang. Tetapi, apakah engkau mempunyai rumah di kota ini?"

"Ya, tuanku," jawab Tamlikha. "Utuslah seorang menyertai aku!"

Raja kemudian memerintahkan beberapa orang menyertai Tamlikha pergi. Oleh Tamlikha mereka diajak menuju ke sebuah rumah yang paling tinggi di kota itu. Setibanya di sana, Tamlikha berkata kepada orang yang mengantarkan: "Inilah rumahku!"

Pintu rumah itu lalu diketuk. Keluarlah seorang lelaki yang sudah sangat lanjut usia. Sepasang alis di bawah keningnya sudah sedemikian putih dan mengkerut hampir menutupi mata karena sudah terlampau tua. Ia terperanjat ketakutan, lalu bertanya kepada orang-orang yang datang: "Kalian ada perlu apa?"

Utusan raja yang menyertai Tamlikha menyahut: "Orang muda ini mengaku rumah ini adalah rumahnya!"

Orang tua itu marah, memandang kepada Tamlikha. Sambil mengamat-amati ia bertanya: "Siapa namamu?"

"Aku Tamlikha anak Filistin!"

Orang tua itu lalu berkata: "Coba ulangi lagi!"

Tamlikha menyebut lagi namanya. Tiba-tiba orang tua itu bertekuk lutut di depan kaki Tamlikha sambil berucap: "Ini adalah datukku! Demi Allah, ia salah seorang di antara orang-orang yang melarikan diri dari Diqyanius, raja durhaka." Kemudian diteruskannya dengan suara haru: "Ia lari berlindung kepada Yang Maha Perkasa, Pencipta langit dan bumi. Nabi kita, Isa as., dahulu telah memberitahukan kisah mereka kepada kita dan mengatakan bahwa mereka itu akan hidup kembali!"

Peristiwa yang terjadi di rumah orang tua itu kemudian di laporkan kepada raja. Dengan menunggang kuda, raja segera datang menuju ke tempat Tamlikha yang sedang berada di rumah orang tua tadi. Setelah melihat Tamlikha, raja segera turun dari kuda. Oleh raja Tamlikha diangkat ke atas pundak, sedangkan orang banyak beramai-ramai menciumi tangan dan kaki Tamlikha sambil bertanya-tanya: "Hai Tamlikha, bagaimana keadaan teman-temanmu?"

Kepada mereka Tamlikha memberi tahu, bahwa semua temannya masih berada di dalam gua.

"Pada masa itu kota Aphesus diurus oleh dua orang bangsawan istana. Seorang beragama Islam dan seorang lainnya lagi beragama Nasrani. Dua orang bangsawan itu bersama pengikutnya masing-masing pergi membawa Tamlikha menuju ke gua," demikian Imam Ali melanjutkan ceritanya.

Teman-teman Tamlikha semuanya masih berada di dalam gua itu. Setibanya dekat gua, Tamlikha berkata kepada dua orang bangsawan dan para pengikut mereka: "Aku khawatir kalau sampai teman-temanku mendengar suara tapak kuda, atau gemerincingnya senjata. Mereka pasti menduga Diqyanius datang dan mereka bakal mati semua. Oleh karena itu kalian berhenti saja di sini. Biarlah aku sendiri yang akan menemui dan memberitahu mereka!"

Semua berhenti menunggu dan Tamlikha masuk seorang diri ke dalam gua. Melihat Tamlikha datang, teman-temannya berdiri kegirangan, dan Tamlikha dipeluknya kuat-kuat. Kepada Tamlikha mereka berkata: "Puji dan syukur bagi Allah yang telah menyelamatkan dirimu dari Diqyanius!"

Tamlikha menukas: "Ada urusan apa dengan Diqyanius? Tahukah kalian, sudah berapa lamakah kalian tinggal di sini?"

"Kami tinggal sehari atau beberapa hari saja," jawab mereka.

"Tidak!" sangkal Tamlikha. "Kalian sudah tinggal di sini selama 309 tahun! Diqyanius sudah lama meninggal dunia! Generasi demi generasi sudah lewat silih berganti, dan penduduk kota itu sudah beriman kepada Allah yang Maha Agung! Mereka sekarang datang untuk bertemu dengan kalian!"

Teman-teman Tamlikha menyahut: "Hai Tamlikha, apakah engkau hendak menjadikan kami ini orang-orang yang menggemparkan seluruh jagad?"

"Lantas apa yang kalian inginkan?" Tamlikha balik bertanya.

"Angkatlah tanganmu ke atas dan kami pun akan berbuat seperti itu juga," jawab merekaMereka bertujuh semua mengangkat tangan ke atas, kemudian berdoa: "Ya Allah, dengan kebenaran yang telah Kau perlihatkan kepada kami tentang keanehan-keanehan yang kami alami sekarang ini, cabutlah kembali nyawa kami tanpa sepengetahuan orang lain!"

Allah s.w.t. mengabulkan permohonan mereka. Lalu memerintahkan Malaikat maut mencabut kembali nyawa mereka. Kemudian Allah s.w.t. melenyapkan pintu gua tanpa bekas. Dua orang bangsawan yang menunggu-nunggu segera maju mendekati gua, berputar-putar selama tujuh hari untuk mencari-cari pintunya, tetapi tanpa hasil. Tak dapat ditemukan lubang atau jalan masuk lainnya ke dalam gua. Pada saat itu dua orang bangsawan tadi menjadi yakin tentang betapa hebatnya kekuasaan Allah s.w.t. Dua orang bangsawan itu memandang semua peristiwa yang dialami oleh para penghuni gua, sebagai peringatan yang diperlihatkan Allah kepada mereka.

Bangsawan yang beragama Islam lalu berkata: "Mereka mati dalam keadaan memeluk agamaku! Akan ku dirikan sebuah tempat ibadah di pintu gua itu."

Sedang bangsawan yang beragama Nasrani berkata pula: "Mereka mati dalam keadaan memeluk agamaku! Akan ku dirikan sebuah biara di pintu gua itu."

Dua orang bangsawan itu bertengkar, dan setelah melalui pertikaian senjata, akhirnya bangsawan Nasrani terkalahkan oleh bangsawan yang beragama Islam. Dengan terjadinya peristiwa tersebut, maka Allah berfirman:

وَكَذَلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ السَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيهَا إِذْ يَتَنَازَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ فَقَالُوا ابْنُوا عَلَيْهِم بُنْيَانًا رَّبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ قَالَ الَّذِينَ غَلَبُوا عَلَى أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِم مَّسْجِدًا
Dan begitulah Kami menyerempakkan mereka, supaya mereka mengetahui bahawa janji Allah adalah benar, dan bahawa Saat itu tidak ada keraguan padanya. Apabila mereka berbalahan antara mereka dalam urusan mereka, maka mereka berkata, "Binalah di atas mereka satu bangunan; Pemelihara mereka sangat mengetahui mengenai mereka." Berkata orang-orang yang menguasai atas urusan mereka, "Kami akan membina di atas mereka sebuah masjid."

Sampai di situ Imam Ali bin Abi Thalib berhenti menceritakan kisah para penghuni gua. Kemudian berkata kepada pendeta Yahudi yang menanyakan kisah itu: "Itulah, hai Yahudi, apa yang telah terjadi dalam kisah mereka. Demi Allah, sekarang aku hendak bertanya kepadamu, apakah semua yang ku ceritakan itu sesuai dengan apa yang tercantum dalam Taurat kalian?"

Pendeta Yahudi itu menjawab: "Ya Abal Hasan, engkau tidak menambah dan tidak mengurangi, walau satu huruf pun! Sekarang engkau jangan menyebut diriku sebagai orang Yahudi, sebab aku telah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba Allah serta Rasul-Nya. Aku pun bersaksi juga, bahwa engkau orang yang paling berilmu di kalangan ummat ini!"

Demikianlah hikayat tentang para penghuni gua (Ashhabul Kahfi), kutipan dari kitab Qishasul Anbiya yang tercantum dalam kitab Fadha 'ilul Khamsah Minas Shihahis Sittah, tulisan As Sayyid Murtadha Al Huseiniy Al Faruz Aabaad, dalam menunjukkan banyaknya ilmu pengetahuan yang diperoleh Imam Ali bin Abi Thalib dari Rasul Alla hs.a.w.

Image Hosted by ImageShack.us
Read more »